Minggu, 21 Mei 2017

MENJADIKAN ANAK SHOLEH DAN SHOLEHAH




 
Cara mendidik anak laki laki dan perempuan tentu saja berbeda. Selain para orang tua memang berkewajiban mengarahkan, membimbing dan memperkuat karakter anak sesuai dengan kodratnya, juga karena anak laki-laki dan perempuan memiliki keistimewaan masing-masing, baik dalam segi fisik maupun psikis.
Islam, sebagai agama paling sempurna, tentu saja sangat memperhatikan cara mendidik anak laki laki dan perempuan dengan tujuan kebahagiaan dunia dan akhirat. Bagaimana Rasulullah SAW  mendidik adalah kunci utama yang harus juga kita terapkan dalam pendidikan anak.

  1. Memilih Calon Istri  yang Baik

Sebagaimana hukum sosiologi yang berlaku umum menyatakan bahwa keluarga adalah agen sosialisai utama bagi anak, maka Islam telah jauh lebih dulu menyatakan bahwa keluarga, terutama seorang ibu, adalah sebagai madrasah alias sekolah pertama dan utama bagi anak.
Islam selalu menerapkan paham kepantasan. Maka untuk mendapatkan pasangan yang mengerti cara mendidik anak laki laki yang baik, teruslah perbaiki diri agar suatu saat pantas mendapatkannya.
  1. Mendoakan dan Memberi Nama yang Baik

Salah satu doa yang dapat kita lakukan adalah dengan memberinya nama yang baik sesuai syariat. Adapun nama-nama yang baik tentu saja datangnya dari Al-Qur’an. Selain itu bisa juga orang tua mengambil nama dari Nabi atau para sahabat yang dekat dengan Allah dengan harapan anak-anak kita kelak akan menjadi orang yang sama dekatnya dengan Allah sebagaimana para Nabi dan sahabat.
  1. Rajin Menceritakan Kisah Teladan

Selain dengan memberikan nama yang baik, salah satu cara mendidik anak  yang benar dalam Islam tentu saja dengan membiarkan mereka semakin merasa dekat dengan tokoh-tokohnya sehingga menimbulkan rasa cinta dan mendorongnya untuk memiliki akhlak sebagaimana idolanya yang biasa kita ceritakan, seperti kisah teladan Nabi dan sahabat-sahabatnya.
  1. Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Sejak dini para orang tua harus senantiasa menanamkan jiwa pemimpin sebagai salah satu cara mendidik anak kita. Selain dengan tujuan agar anak memahami perannya sebagai seorang anak pun sedari kecil akan tumbuh sikap mandiri dan tegas pada tempatnya.
Salah satu menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kemandiriannya misalnya, bisa kita mulai dari membuatnya gemar berolah raga sedari kecil. Olah raga yang dilakukan bisa apa saja, terutama ketiga olah raga sunah Rasulullah yakni berkuda, memanah, dan berenang.
  1. Tunjukkan Afektifitas

Ada sebagian orang tua, terutama pihak ayah, yang kadang segan untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya sebagai salah satu cara mendidik anak laki lakinya dengan alasan bahwa anak laki-laki tidak perlu diperlakukan dan dimanja sebagaimana anak perempuan.
Siapa bilang yang boleh dimanja hanya anak perempuan? Rasulullah SAW sering menunjukkan rasa kasih sayangnya pada anak-anak laki juga. Kepada Hasan bin Ali, misalnya, Rasulullah SAW menggendong dan mencium cucu kesayangannya itu. Atau kisah-kisah lain yang menunjukkan betapa Rasulullah SAW mencintai anak angkat dan cucu angkatnya yang keduanya juga merupakan laki-laki yakni Zaid bin Harithah dan Usamah bin Zaid.
Rasa kasih sayang yang ditunjukan inilah yang akan membangkitkan rasa percaya diri anak laki-laki kita. Jadi jangan segan untuk menunjukkan rasa sayang kita kepada anak laki-laki kita selama dalam taraf wajar dan bisa dimaklumi.
  1. Memerhatikan Fase-fase Perkembangan Anak

Yang paling menarik dari pendidikan Rasulullah adalah adanya fase usia dan penerapannya yang tepat. Rasulullah SAW memiliki tipe pendidikan yang berbeda untuk range usia berbeda baik itu untuk cara mendidik anak laki laki  maupun perempuan.
Itulah mengapa pemuda yang tumbuh di bawah didikan Rasulullah seperti Ali dan Usamah bin Zaid mampu menjadi generasi emas yang banyak memberikan sumbangan kejayaan bagi Islam dan rela syahid demi agamanya. Maka mulai sekarang, pelajari kembali fase-fase pendidikan Rasulullah kemudian terapkan.
  1. Penanaman Aqidah dan Tauhid yang Kuat

Adalah merupakan kewajiban orang tua agar anaknya mengenali siapa dirinya dan siapa Tuhannya sejak dini. Sedari kecil hendaklah orang tua menanamkan dasar aqidah yang kuat mulai dari hal sederhana semacam pengetahuan dasar tentang rukun Islam dan rukun iman, serta memberikan pengertian pentingnya shalat lima waktu atas dasar kecintaan kepada Allah.
  1. Menanamkan Kebiasaan Bersyukur Sejak Dini

Salah satu cara mendidik anak agar senantiasa lembut hati dan bersahaja adalah dengan menanamkan kebiasaan bersyukur atas karunia Allah sejak dini. Kenalkan anak-anak kita kepada Allah dan segala pemberian-Nya yang tidak akan pernah bisa kita balas.
Selain dengan mengucap Alhamdulilah, mengajak dan membiasakan anak shalat malam adalah salah satu cara menanamkan kebiasaan bersyukur pada anak. Selain akan terbangun disiplin dan kebiasaan yang baik, secara perlahan anak akan semakin menganggap penting hakikat shalat malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar